
Corporate sales atau dikenal juga dengan sales B2B (Business-to-Business), adalah proses menjual produk atau layanan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.
Berbeda dengan sales B2C (Business-to-Consumer) yang bertujuan menjual ke pelanggan individu, corporate sales berfokus untuk mendapatkan kontrak bernilai besar.
Contoh penjualan corporate sales seperti:
Keberhasilan deal yang didapatkan corporate sales melibatkan banyak pengambil keputusan klien, sehingga solusi yang ditawarkan perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan klien dan memiliki proses penjualan yang panjang.
Corporate sales menekankan pada nilai dan kepercayaan. Oleh karena itu, kunci dari kesuksesan corporate sales tidak berhenti pada tahap conversion, melainkan juga retention. Ini menjadi tantangan untuk corporate sales agar tidak hanya pintar menjuall namun juga membangun hubungan jangka panjang dan berkelanjutan dengan klien.
Dalam prosesnya, corporate sales memanfaatkan berbagai tools seperti CRM, omnichannel, hingga VoIP untuk mendukung pekerjaan mereka. Lantas, bagaimana strategi sukses corporate sales untuk perusahaan B2B?
Produk yang bagus saja tidak cukup untuk keberhasilan corporate sales. Tidak jarang deal gagal didapatkan bukan karena solusi yang tidak relevan, melainkan karena sales tidak memahami bagaimana cara perusahaan mengambil keputusan. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan kesuksesan corporate sales.
Salah satu kesalahan umum yang dilakukan corporate sales adalah memberikan banyak opsi produk atau fitur pada calon klien. Alih-alih memudahkan, hal ini hanya membuat klien Anda bingung dan memperlambat proses pengambilan keputusan.
Sebaliknya, gunakan pendekatan yang lebih berorientasi pada kebutuhan klien. Ini akan menunjukkan bahwa Anda memahami prioritas mereka dan Anda yakin dengan solusi yang direkomendasikan.
Selain mendukung proses closing, strategi ini juga meningkatkan posisi Anda sebagai konsultan, bukan sekadar penjual.
Untuk mendapatkan penjualan, jangan hanya fokus menambah strategi, fitur, atau aktivitas baru. Yang tidak kalah penting adalah membuang hal yang tidak efektif.
Bagaimana cara mengetahui hal yang tidak efektif pada produk atau jasa Anda? Sesederhana dengan mendengarkan suara pelanggan Anda, mulai dari feedback, data, keluhan, hingga pola penggunaan. Dari situ, Anda dapat melihat:
Tidak jarang tim sales dan produk terjebak mempertahankan hal-hal yang tidak efektif hanya karena merasa sudah terlanjur berinvestasi waktu dan tenaga. Padahal, membuang “beban” justru dapat mendorong proses closing lebih cepat.
Dalam dunia corporate sales, persepsi tentang kompetensi dan kredibilitas sering terbentuk dalam hitungan detik. Menariknya, persepsi ini tidak hanya dipengaruhi oleh isi presentasi, tetapi juga oleh cara bicara.
Nada suara yang tenang, percaya diri, dan terstruktur dapat meningkatkan tingkat kepercayaan tanpa perlu dijelaskan secara eksplisit. Di banyak kasus, teknik ini lebih menentukan dibandingkan key message yang panjang.
Sales yang unggul biasanya memperlakukan suara seperti alat komunikasi strategis yang bisa dilatih.
Testimoni umum seperti “Layanan ini sangat membantu” semakin lama semakin kurang efektif. Social proof yang benar-benar mempengaruhi adalah yang:
Dengan pendekatan ini, calon klien lebih mudah membayangkan “jika perusahaan seperti saya berhasil, berarti saya juga bisa.”
Dalam banyak proses penjualan, sales terlalu cepat pitching. Padahal dalam corporate sales, sesi awal seharusnya lebih seperti discovery meeting.
Idealnya, prospek yang berbicara 70–80% dari waktu. Di tahap ini, peran sales adalah:
Bukan hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga untuk membangun empati dan kredibilitas.
Corporate sales membutuhkan proses penjualan yang panjang, melibatkan banyak pihak, serta bergantung pada komunikasi yang efektif. Di tahap ini, MiiTel membantu tim sales mengeksekusi strategi penjualan B2B dengan lebih terukur melalui teknologi AI.
Berikut beberapa manfaatnya:
Setiap panggilan dan meeting dapat direkam, ditranskrip, dan diringkas otomatis, sehingga sales tidak kehilangan konteks kebutuhan klien dan follow-up menjadi lebih presisi.
Data percakapan pelanggan tersimpan dan searchable, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi alasan deal gagal atau berhasil, feedback pelanggan, serta perbaikan proses penjualan.
MiiTel menganalisis pola bicara seperti talk-listen ratio, kecepatan bicara, hingga interupsi. Insight ini membantu sales meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan saat pitching.
Informasi tidak hilang di tengah proses handover karena seluruh tim dapat mengakses riwayat percakapan yang sama, dari AE hingga customer success.